Salam Merdeka!
Bulan Agustus selalu membawa semangat pembaruan bagi kita semua. Memasuki Agustus 2024, kita tidak hanya merayakan kemerdekaan bangsa, tetapi juga merayakan tiga tahun perjalanan transformasi pendidikan yang dipelopori oleh Direktorat Guru Pendidikan Dasar sejak tahun 2021. Sebagai pengawas sekolah, Saya melihat betapa dinamisnya perubahan yang terjadi di lapangan, di mana guru profesional kini semakin menunjukkan eksistensi dirinya menjadi penopang utama transformasi pendidikan di Indonesia.
Mengelola Kesenjangan, Mewujudkan Pemerataan
Salah satu tantangan klasik yang terus kita kawal adalah pemerataan guru. Melalui Indeks Pemerataan Guru (IPG), pemerintah kini memiliki alat ukur yang lebih tajam untuk mendistribusikan kualitas secara adil. Kita patut mengapresiasi capaian rekrutmen Guru ASN PPPK yang hingga tahun 2023 telah meluluskan ratusan ribu guru untuk mengisi kekurangan di sekolah-sekolah negeri. Bahkan, di wilayah 3T, negara hadir melalui kolaborasi unik seperti program Bimtek TNI AD Mengajar untuk memastikan tidak ada anak Indonesia yang kehilangan akses pendidikan berkualitas.
Kompetensi di Era Digital: Bahasa Inggris dan Informatika
Dunia terus berubah, dan kurikulum kita beradaptasi. Berdasarkan regulasi terbaru di tahun 2024, Informatika kini menjadi mata pelajaran wajib di jenjang SMP. Tak hanya itu, kita sedang menyiapkan langkah besar untuk menjadikan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di jenjang SD mulai tahun ajaran 2027/2028.
Sebagai pengawas, saya mendorong bapak dan ibu guru untuk memanfaatkan berbagai program Microcredential (beasiswa pelatihan jangka pendek) di bidang STEM, literasi, hingga ilmu komputer (CS50x) untuk memperkuat kapasitas pedagogik dan teknis. Transformasi ini bukan sekadar administratif, melainkan upaya agar siswa kita memiliki kecakapan kewarganegaraan global.
Pondasi Literasi, Numerasi, dan Karakter
Kita harus jujur bahwa kecakapan literasi dan numerasi siswa masih menjadi perhatian besar dalam Rapor Pendidikan. Oleh karena itu, fokus kita di sekolah saat ini adalah intervensi komprehensif, mulai dari Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan (tanpa tes calistung yang membebani) hingga penguatan literasi melalui buku bacaan bermutu. Pendidikan bukan hanya soal kognitif, tetapi juga harmonisasi olah hati, olah rasa, dan olah pikir sesuai falsafah Pancasila.
Sekolah yang Aman dan Karier yang Terukur
Pendidikan tidak akan berjalan efektif tanpa lingkungan yang aman. Kita berkomitmen penuh pada implementasi PPKSP (Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan) untuk menghapus perundungan dan kekerasan seksual di sekolah. Di sisi lain, peningkatan kesejahteraan dan karier guru kini semakin akuntabel melalui Uji Kompetensi Kenaikan Jenjang Jabatan (UKKJ), yang memastikan bahwa setiap kenaikan pangkat didasarkan pada kompetensi yang nyata, bukan sekadar administrasi.
Penutup: Bergerak Bersama
Tiga tahun terakhir telah membuktikan bahwa perubahan besar dimulai dari keberanian untuk berinovasi. Saya mengajak seluruh kepala sekolah dan guru di wilayah binaan saya untuk terus memiliki growth mindset—pola pikir yang terus berkembang.
Mari kita jadikan momentum Agustus 2024 ini untuk merefleksikan kembali peran kita. Pendidikan adalah investasi masa depan, dan guru adalah jantungnya. Mari terus bergerak hari ini untuk mengukir masa depan Indonesia yang lebih cerah.
Selamat berkarya, selamat mengabdi!